Kaget
Lintang mendongkakan kepalanya saat ia mendengar namanya dipanggil. Wajahnya menjadi berseri-seri, sudah lama ia menunggu Aly untuk menjemputnya di kelas.
“Aly lama ih,” gerutu Lintang saat sudah berdiri di depan Aly.
“Hehe, sorry Lin, sibuk di kelas gue,” balas Aly sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Keduanya berjalan pergi, hendak menjemput kedua teman mereka yang lain. Setelah itu barulah mereka bersama berjalan menuju kantin sekolah.
Sesampainya di kantin mereka ber-empat bersama mengantre untuk memesan makanan. Beberapa kali Lintang berbalik hanya untuk menanggapi Monna yang bertanya-tanya kepadanya.
“Itu tadi beneran kaca pecah?” tanya Monna. Lintang mengangguk, “kalau gak percaya sana ke kelas gue gih, masih ada bekasnya.”
Monna sontak langsung memberi tahu Aly dan Nana untuk mampir ke kelas Lintang setelah makan. Memang Monna adalah orang yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, ia tidak puas kalau tidak melihat sendiri kejadian yang diceritakan.
Lintang menggeleng-gelengkan kepalanya saja, ia kembali menatap ke depan. Tak sengaja antrean mereka terdorong ke belakang karena ada beberapa orang yang menyerobot antrean. Lintang tentu saja kesal, apalagi karena cowok di depannya punya badan tinggi yang membuat Lintang hampir jatuh ke belakang dibuatnya.
Di tengah kekesalannya, Lintang tiba-tiba dikejutkan oleh suara cowok di depannya yang berteriak kesal ke arah beberapa orang yang tadi menyerobot antrean.
“Lo pada kalau gak tau etika, gak usah jajan sekalian. Sana kelaperan aja. Lo pikir di sini cuman lo yang butuh makan? Orang-orang yang dari tadi ngantri juga butuh kali.”
“Iya tuh, huu, gak tau etika banget.”
Seruan-seruan muncul dari beberapa orang di belakang Lintang, bahkan Monna juga ikut berseru kesal.
Karena malu diteriaki satu kantin, beberapa ornag yang tadinya menyerobot antrean pun perlahan pergi. Si cowok yang tadi meneriaki mereka berbalik ke arah Lintang, kemudian meminta maaf sekilas karena tadi Lintang terdorong olehnya. Yang Lintang kagetkan adalah, ternyata pemuda itu adalah pemuda yang tadi memecahkan kaca kelasnya. Lintang tersenyum kecil, ternyata cowok itu tidak begitu buruk.